Pertandingan yang dinantikan banyak fans ini justru berakhir cukup timpang. Team Liquid ID tampil dominan dan berhasil mengamankan kemenangan clean sweep 2-0 tanpa balas. Hasil ini memperpanjang tren positif TLID sekaligus memperdalam krisis performa RRQ di awal musim.

Game 1: TLID Langsung Ambil Kendali

Sejak game pertama dimulai, TLID langsung menunjukkan kualitas permainan yang solid. Mereka tampil disiplin dalam rotasi, unggul dalam penguasaan map, serta sangat efektif dalam mengamankan objektif.

RRQ sebenarnya mencoba memberikan perlawanan, namun tekanan konstan dari TLID membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. Koordinasi tim yang lebih rapi menjadi kunci keunggulan TLID di fase early hingga mid game.

Dengan kontrol permainan yang stabil, TLID berhasil menutup game pertama dengan cukup meyakinkan.

Game 2: Dominasi Total Tanpa Ampun

Memasuki game kedua, TLID tidak mengendurkan tekanan. Mereka tetap bermain agresif dan terus memaksa RRQ untuk bertahan. Statistik menunjukkan dominasi TLID:

22 kill berbanding 16 milik RRQ
Durasi game 18 menit 1 detik
Gold: 56K vs 54,4K
Damage turret: 24.206 vs 12.424

Kontrol objektif yang kuat membuat pertahanan RRQ perlahan runtuh. TLID berhasil memanfaatkan setiap momentum untuk memperbesar keunggulan.

Akhirnya, game kedua kembali dimenangkan TLID dan memastikan skor akhir 2-0.

RRQ Kehabisan Bensin?

Di sisi RRQ, performa individu sebenarnya tidak buruk. Kuroky menjadi penyumbang damage terbesar dengan 232.091 menggunakan Moskov. SuperDann juga tampil cukup solid dengan X.Borg, mencatat damage taken 132.868.

Namun, secara keseluruhan RRQ terlihat kesulitan menjaga koordinasi tim. Tekanan objektif dari TLID membuat mereka tidak memiliki ruang untuk melakukan comeback.

Evaluasi RRQ: Masalah Komunikasi

Pelatih RRQย ย Khezcuteย mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal komunikasi dan koordinasi saat pertandingan berlangsung.

Perbedaan performa antara sesi latihan (scrim) dan pertandingan resmi di panggung menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil akhir. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi RRQ yang kini harus segera menemukan solusi jika ingin kembali bersaing di papan atas.

TLID Tetap Rendah Hati

Meski menang dominan, pemain TLID tetap menunjukkan sikap rendah hati. Mereka mengapresiasi semua tim yang bertanding dan mengaku puas dengan performa tim secara keseluruhan.

Kunci kemenangan TLID terletak pada performa individu yang luar biasa. Aran tampil sebagai damage dealer utama dengan total 276.031 damage menggunakan hero Roger.ย Sementara itu, Lyoni menjadi benteng kokoh di lini depan menggunakan Gloo dengan damage taken mencapai 186.444. Tak hanya itu, Drchel juga berperan besar dengan partisipasi team fight tertinggi sebesar 82%, menunjukkan kontribusi signifikan dalam setiap momen penting.

Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Team Liquid ID sebagai salah satu tim terkuat di MPL Indonesia Season 17. Konsistensi permainan dan kekompakan tim menjadi modal utama mereka untuk melangkah lebih jauh.

Sementara itu, RRQ Hoshi harus segera bangkit dari keterpurukan. Jika tidak segera berbenah, peluang mereka untuk lolos ke fase berikutnya bisa semakin berat. Persaingan MPL S17 pun semakin menarik untuk diikuti, dengan dinamika tim yang terus berubah di setiap pekannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *